Blog Archives

Efek Samping Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika itu searah dengan rasa nasionalisme. Nasionalisme bukan berarti hanya cinta terhadap negara. Tetapi cinta terhadap negara dan berusaha bersatu dan sejiwa dalam perbedaan yang ada.

Kita tahu, negara kita Republik Indonesia adalah negara yang demokrasi dan memiliki kebebasan. Oleh karena itu negara kita terdiri dari berbagai agama, ras dan budaya. Jadi, perbedaan ini yang mengakibatkan negara kita menjadi terpecah belah. Meskipun kita menyandang semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti Berbeda-beda tetapi tetap satu, tapi itu tidak sepnuhnya hadir dalam pribadi setiap warga. Sangat jarang kita temukan orang-orang yang memiliki rasa nasionalisme tinggi seperti Glenn ataupun Pandji.

Saya pernah berdiskusi kepada beberapa orang Ceko yang berkunjung ke kampus saya tentang entik-etnik dan agama yang ada di negara mereka seraya saya menceritakan keadaan di Indonesia. Yang kudapat dari mereka adalah bahwa negara ceko itu tidak terdiri dari suku-suku sehingga tidak ada perbedaan satu sama lain. Mereka memiliki agama, tetapi agama itu tidak pernah difanatikkan kepada setiap penganutnya. Hal ini bukan berarti karena keraguan mereka dalam memilih agama. Tetapi, mereka tidak memikirkan perbedaan-perbedaan itu sehingga mereka adalah satu negara. Mereka mengatakan bahwa tidak pernah mempelajari agama di semua institusi pendidikan (kecuali pendidikan yang menjurus keagamaan spt. Theologia). Bahkan di sana tidak ada mentri keagamaan. Tujuannya adalah untuk menghindari perbedaan-perbedaan pada setiap warga. Mereka hanya dapat pelajaran keagamaan dari orang tua mereka.

Setelah saya bandingkan dengan di Indonesia yang menjadikan agama itu mata pelajaran pokok di setiap sekolah, memang terlihat jelas perbedaan itu. Saat melewati pelajaran itu, kita harus berpisah antara agama Kristen, Islam, Buddha ataupun Hindu. Sepertinya itu tidak terlalu perlu, karena kita sudah melakukan ibadah di masing-masing tempat ibadah kita untuk mendalami agama kita bersama keluarga.

Memang tergantung cara orang menanggapi perbedaan itu. Tetapi rata-rata cara pandang orang melihat perbedaan itu adalah sesuatu yang terpisah, sehingga kurangnya rasa persatuan.

Advertisements