Category Archives: Cerita-cerita

Tentang kehidupan dan motivasi saya

Berkhayal-khayal dan Hampir Terjadi

Kejadian ini terjadi pada 18 September 2013 sekitar jam 7,
Karena baru kali ini tinggal di kos dan sendiri, saya mengkhayal-khayal tentang kejahatan yang ada di ibu kota ini. Banyak bentuk kejahatan yang terjadi seperti pembunuhan, perampokan serta penipuan. Dan banyak cara-cara penipuan yang dilakukan oleh orang-orang jahat tersebut. Saat mencari makan malam, saya keluar dari kos dengan membawa khayalan-khayalan tersebut. Selain khayalan di kepala saya, saya juga turut membawa sedikit recehan, kunci kamar serta KTP tanpa membawa dompet. Saya berpikir, jika sesaat nanti terjadi sesuatu saya punya identitas di KTP yang saya bawa.
Di dekat persimpangan jalan, saya melihat wanita memakai jilbab dengan muka lemas seolah tak berdaya. Saya berpikir bahwa dia adalah anak jalanan yang mungkin sedang mencari sedekah. Saat berpapasan, tiba-tiba wanita tersebut jatuh persis di samping saya. Nah, dengan khayalan-khayalan tentang berbagai macam penipuan, saya berpikir bahwa dia pura-pura jatuh pingsan dan akan memeras saya dengan menuduh bahwa saya telah memukulnya atau semacamnya, karena dia persis jatuh di samping saya. Saat dia tergeletak di jalan aspal, saya langsung mengelak dan menjauhi wanita tersebut karena saya takut akan di fitnah olehnya. Sementara orang-orang di sekitar langsung teriak-teriak histeris dan dalam pikiran saya mereka ini adalah orang kedua dari aksi penipuan ini. Sebagai orang baru, saya semakin takut dan ragu apakah itu bermaksud pura-pura atau benar-benar pingsan. Salah seorang laki-laki di tempat kejadian mendekat dengan tergesa-gesa dan memanggil nama seseorang ke arah rumah dekat tempat kejadian bermaksud untuk memberitakan kejadian dan sekali-sekali menoleh ke arah saya. Saya pun semakin takut karena tolehan itu seolah-olah meminta bantuan saya untuk menolong wanita tersebut atau tolehan itu malah ingin menuduh saya sebagai orang yang membuat dia terjatuh.
Dengan penuh keraguan, saya meneruskan perjalanan tetapi sesekali melirik ke belakang. Orang-orang pun semakin banyak berdatangan, dan ternyata wanita itu bukanlah penipu karena dia adalah warga setempat dan rumahnya cukup mewah.
Orang tua dan saudaranya datang menolong dan mengangkatnya ke rumah.
Meskipun demikian, porsi makan saya tetap berkurang karena jantung saya masih berdenyut kencang dan tangan saya juga gemetar.
Setelah selesai makan malam, saya pulang ke kos dengan melewati lokasi kejadian aneh tersebut. Serombongan orang-orang yang tadinya berteriak melihat ke arah saya. Tatapan tersebut seolah-olah berteriak dan mengatakan bahwa saya pengecut.